“Ini bukan kali pertama aku melukai perasaanmu, tapi kenapa kau terus bertahan di sampingku. Aku bahkan tidak yakin kalau kau tidak tau apa yang kulakukan di belakangmu”. Rendi hanya terdiam memandang ke arah jendela, tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirnya. Ku tau hatinya lagi-lagi terluka atas kelakuanku, tapi tetap saja perasaanku tidak pernah bisa berubah. Kulangkahkan kakiku ke arah pintu keluar, namun sebuah tangan mencegah kepergianku.
“lia, jangan pergi” rendi mulai membuka suaranya.
“aku tau sampai saat ini kau tetap tidak dapat membuka hatimu untukku, aku sadar kau sengaja membuatku membencimu dengan cara berpura-pura berselingkuh dengan irwan. Tapi itu tidak pernah merubah perasaanku padamu.”
“bagaimana bisa kau berpikir kalau aku Cuma berpura-pura, aku benar-benar berselingkuh darimu Ren. Apa kamu masih belum sadar itu.”
Hemmmm. rendi hanya tersenyum tipis, “apa kau kenal cristy?”
“cristy siapa? Aku tidak mengenalnnya..” sanggahku pada rendy
“Cristy itu sepupuku yang belum sempat ku kenalkan padamu, tapi ternyata dia sudah kenal denganmu duluan. Dan cristy itu pacar Irwan, sahabatmu sewaktu SMP itu kan?” Jelas Rendy
“Aku salut padamu Lia, di café tadi kamu begitu pandai beracting”.
Aku hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apapun.
“Sekarang kau boleh pergi, sudah cukup untuk hari ini”. Rendy melepaskan gengamannya.
Dengan langkah pelan kutinggalkan rumah Rendy, kali ini hatiku yang gelisah aku tidak habis pikir dia tau semua rencanaku.
Ku baringkan badanku di atas tempat tidurku.. malam itu aku tidak bisa memejamkan mataku. Oh tuhan, dengan cara apalagi aku bisa membuatnya menyerah dan sadar kalau aku bukan yang terbaik untuknya. Apa aku harus jujur saja apa yang sebenarnya terjadi padaku. Tiba-tiba air mataku mengalir, sakit rasanya jika ku ingat kenangan burukku?
“… kring…” bunyi handphone ku membuyarkan lamunanku. Ternyata sms dari Rendy.
“… kring…” bunyi handphone ku membuyarkan lamunanku. Ternyata sms dari Rendy.
“Aku tidak akan pernah menyerah untuk membuatmu bisa menerima aku. Lia, bukan hanya saat ini aku menginginkanmu, aku ingin kamu yang terus ada di sampingku. Aku juga tau kalau hatimu tak akan pernah tega untuk menghianatiku, aku yakin itu walaupun aku tidak yakin kau mencintaiku.”
Air mataku kembali mengalir, “aku tidak pernah ingin menyakitimu Ren, aku hanya tidak mau membuatmu kecewa, aku menyanyangimu denagn semua kelebihan dan kekuranganmu. Andai saja aku masih…” kuhentikan menulis sms untuk Rendy. Aku mebatalkan mengirim sms balasan untuk rendy. Dan kembali ku coba memejamkan mata.
“Pagi.. Lia…” suara ketokan pintu mebangunkanku. “Siapa itu?” Tanyaku dengan mata masih terpejam..
“Andrea, ayo buka ini kan udah pagi..”
Dengan langkah malas ku buka kunci pintu kamar kostku. Andrea adalah salah satu teman baikku, dia juga satu tempat kost dan satu tempat kerja denganku.
“Hem.. pagi-pagi gini kamu ada apa sih bangunin aku?” Tanyaku dengan nada sedikit kesal.
“Yeeyy.. kita kan mau kerja masa masih tidur!!!” jawab Dea..
Dengan kaget ku buka mataku untuk melihat jam…. “hah, ini kan masih jam 5 Dea.. emang kamu mau ngapin ke kantor subuh-subuh?” Tanyaku dengan nada makin kesal..
“Ini kan hari penting buat kita, aku mau kamu dandan yang cantik dan rapi. Hari ini perusahaan kita mau ngeluncurin produk baru, jadi kita harus siap-siap di tempat acaranya lebih dulu..” jelas andrea..
“Oh iya aku hampir lupa Dea”, jawabku dengan menyesal karena telah ketus pada Dea.
“kring…” bunyi pesan di handphone ku,
“Andrea, ayo buka ini kan udah pagi..”
Dengan langkah malas ku buka kunci pintu kamar kostku. Andrea adalah salah satu teman baikku, dia juga satu tempat kost dan satu tempat kerja denganku.
“Hem.. pagi-pagi gini kamu ada apa sih bangunin aku?” Tanyaku dengan nada sedikit kesal.
“Yeeyy.. kita kan mau kerja masa masih tidur!!!” jawab Dea..
Dengan kaget ku buka mataku untuk melihat jam…. “hah, ini kan masih jam 5 Dea.. emang kamu mau ngapin ke kantor subuh-subuh?” Tanyaku dengan nada makin kesal..
“Ini kan hari penting buat kita, aku mau kamu dandan yang cantik dan rapi. Hari ini perusahaan kita mau ngeluncurin produk baru, jadi kita harus siap-siap di tempat acaranya lebih dulu..” jelas andrea..
“Oh iya aku hampir lupa Dea”, jawabku dengan menyesal karena telah ketus pada Dea.
“kring…” bunyi pesan di handphone ku,
“Selamat pagi sayang, semoga sukses untuk hari ini ya cantik, jangan lupa sarapan dulu ya, love you, Rendy” kok dia malah baik-baik sama aku? Apa dia udah lupa kejadian semalam gitu. gumamku dalam hati..
“Hemmm… Iya pasti lupa, yang ada di pikiran kamu kan Cuma Rendy. Rendy Adiputra Pratama Cuma baca sms dari dia udah buat kamu bengong gituh”. Ledek Dea.
“Yee.. kamu itu so tau banget” jawabku sambil meninggalkan Dea.
“Oh iya Lia, aku belum sempet nanyain gimana rencana yang kamu bikin kemaren”.
“Gagal total Dea, Rendy tau semua itu hanya pura-pura. Itu benar-benar diluar skenario ku, ku pikir dengan cara itu Rendy akan cepat membenciku. Tapi teryanta aku salah Dea, Rendy ternyata tidak sedkit pun terpengaruh. Aku jadi merasa bersalah sama dia”.
“Ya jelaslah Lia, si Rendy gak mungkin percaya gitu aja sma sandiwara kamu. Apalagi kalian kan udah pacaran 2 tahun. Pasti Rendy banyak tau tentang kamu. Lagian apa sih yang kurang dari Rendy, Dia ganteng, Baik, dan juga udah mapan dan yang lebih penting dia kan jelas-jelas udah mau ngelamar kamu. Berarti dia kan serius sama kamu. Hari gini nyari cowok kaya gitu susah Lia”.
“Iya Dea, tadinya aku menerima Rendy jadi pacarku hanya buat mastiin perasaan trauma ku sudah benar-benar hilang, tapi seiring dengan berjalannya waktu aku semakin sayang sama dia, aku semakin takut kehilangan Dia, tapi jika ku ingat masa laluku aku… aku merasa aku bukan orang yang tepat buat pria sebaik Rendy. Kamu kan tau apa masalahku sebenernya”.
“Sabar ya Lia, Dea mencoba menenangkanku, aku gak tau harus ngasih saran apa”. Jawab Dea.
“Yee.. kamu itu so tau banget” jawabku sambil meninggalkan Dea.
“Oh iya Lia, aku belum sempet nanyain gimana rencana yang kamu bikin kemaren”.
“Gagal total Dea, Rendy tau semua itu hanya pura-pura. Itu benar-benar diluar skenario ku, ku pikir dengan cara itu Rendy akan cepat membenciku. Tapi teryanta aku salah Dea, Rendy ternyata tidak sedkit pun terpengaruh. Aku jadi merasa bersalah sama dia”.
“Ya jelaslah Lia, si Rendy gak mungkin percaya gitu aja sma sandiwara kamu. Apalagi kalian kan udah pacaran 2 tahun. Pasti Rendy banyak tau tentang kamu. Lagian apa sih yang kurang dari Rendy, Dia ganteng, Baik, dan juga udah mapan dan yang lebih penting dia kan jelas-jelas udah mau ngelamar kamu. Berarti dia kan serius sama kamu. Hari gini nyari cowok kaya gitu susah Lia”.
“Iya Dea, tadinya aku menerima Rendy jadi pacarku hanya buat mastiin perasaan trauma ku sudah benar-benar hilang, tapi seiring dengan berjalannya waktu aku semakin sayang sama dia, aku semakin takut kehilangan Dia, tapi jika ku ingat masa laluku aku… aku merasa aku bukan orang yang tepat buat pria sebaik Rendy. Kamu kan tau apa masalahku sebenernya”.
“Sabar ya Lia, Dea mencoba menenangkanku, aku gak tau harus ngasih saran apa”. Jawab Dea.
No comments:
Post a Comment