Friday, 28 November 2014

Rindu Cinta Yang Tak Akan Bersama


Akkkkrhhh, nampaknya dramatis kisah cinta pemuda pemudi pelosok tanah air, dengan warna yang berbeda-beda. Satu waktu dalam masa yang bahagia, satu waktu lagi sedang terluka, lain lagi tentang kerinduan.

Hiruk pikuk kota tempat tinggalku hari ini seakan seperti kota mati. Mungkin hanya menurutku saja.
Kini aku menyadari siapa aku sebenarnya, apa arti sebenarnya aku untukmu, sekiranya setelah aku mengenal dirimu banyak perubahan yang aku dapat dalam diriku, memberiku sedikit arti cinta yang memberi keindahan dalam hidupku.. Disaat yang sama pula kusadari aku bahwa aku benar-benar seorang prempuan yang membutuhkan kasih dan kelembutan dari seseorang lelaki sepertimu.
Kau yang membuatku hidup dari kematian hidup yang pernah berlaku dalam hidupku, mengajariku sebagian dari yang kau tahu, hingga aku bisa kembali dari keterpurukan batin dan jiwaku, tapi kenapa…?
Kau campakan aku lagi, harapan yang kau berikan kau sirnakan dalam sekejap, tanpa hitungan hari tanpa pula membriku kesempatan. Kini akhirnya pula aku kembali rapuh dengan terhanyut dalam harapan cintamu.
Kini diriku kau tinggalkan, tapi apapun semua itu, kuhormati dan kuhargai keputusunmu, jika itu kau anggap baik, semuanya kan kuterima dengan keikhlasan, walau kutahu hati menjerit dan ingin kuledakkan tangis hatiku, ingin kutepis semua bayang-bayang cintamu namun aku tak mampu…
Aku akan tetap selalu menghargaimu, walau kini kau telah memilih hidupmuu tanpa aku, yang membuatku seakan mengerti seberapa aku berarti untuk mu, sebelum aku bejalan terlalu jauh dalam ketidak palsuanmu.
Aku sadar, aku orang yang tak mampu. Hanya beginilah aku, dan akan tetap begini. Aku tetap aku yang dulu yang hanya dapat menyayangimu dan mengasihimu melalui sucinya hatiku.
Hanya satu yang kuinginkan darimu, seperti yang sering kukatakan padamu, janganlah kau sakiti dan kau khianati cinta dari orang yang kelak kau hadirkan di hatimu. Jangan iarkan yang berlaku padaku berlaku lagi untuknya. Biarlah hanya aku yang merasakan palsunya arti cinta darimu.
Walau tak rela hati melepasmu. Namun tak ada yang bisa kulakukan, aku bukan seorang yang munafik, sumpah aku tak sanggup melepasmu…
Semoga suatu hari kan tersembuhkan luka yang kau tinggalkan bersama senyuman yang lain.
Qhysiah, ya, itu namaku, aku tinggal di sebuah kota di wilayah nusa tenggara barat, aku berasal dari desa kecil di sebuah kecamatan di sekitar pulau sumbawa. Aku datang dengan harapan dan tujuan yang dititipkan oleh orangtuaku.
“hati-hati qhysah, do’a ibu menyertaimu”,
Sembah sujudku kepada orangtuaku sebelum kulangkahkan kakiku untuk sebuah tujuan.
Setahun berjalan aku menuntut ilmu di sebuah sekolah ma ingkat sma, semuanya baik-baik saja, masih belum mengenal cinta dari berlawanan jenis.
“qhysah”, kata asty temanku
“ya, ada apa ty?” tanyaku
“ke kantin yuk” ajaknya
“yuk…Traktir tapi, hehehe” jawabku
“ok…”
Aku dan asty beranjak dari dalam kelas menuju kantin.
Di kost-kostan, kerjaanya cuma makan, tidur, kalau sore main vollyball, kalau malam ya nonton, asli cuma 30 minutes for study. Pagi-pagi ya berangkat sekolah, bareng teman-teman, kadang-kadang jalan kaki,
Tidak terasa sudah kelas tiga, bentar lagi ujian, hadeeew, persiapan ujian disediakan sedini mungkin, takutnya gak lulus, percuma sekolah kalau ujung-ujungnya tidak lulus, bikin habis duit orangtua aja.
Karena makin dekatnya ujian sekolah, maka beberapa bulan akhir ini aku banyak menelaah yang berkaitan dengan ilmu pendidikan dan karena tdak mungkin bagiku mendengar setiap hari dari apa yang menjadi penjelasan seorang guru.
Meskipun tidak terlalu pintar sih, tapi inisiatif.
Jalan dari rumah ke sekolah memang tidak terlalu jauh, tapi cukup melelahkan. Yang menjengkelkan, di perjalanan menujuh ke sekolah, seringnya dirayu-rayu di jalanan, namun itulah perjuangan menujuh sebuah tujuan yang hakiki.
Pramuka dan palang merah remaja atau singkatnya pmr, itulah jalanku mendapatkan semuanya.
Sungguh di dalam organisasi bagai seperti sebuah komedian jika semua anggota berkumpul membahas suatu agenda jika akan ada suatu perlombaan atau kegiatannya lainnya. Sikap dan sifat kami selalu terjaga, supaya tidak akan ada yang tersinggung di antara sesama, memang dalam situasi sedang bersama, kami seperti keluarga.
Tiap hari kata-kata kami banyak bersenda gurau, karena memang saat ini belum dipersulitkan oleh hal-hal yang rumit selain dari urusan sekolah.
Liburan semester pertama di kelas xii pun tiba, aku pulang ke desa kelahiranku.
Di ujung sebelah barat rumah panggung beranjung, disitulah tempat bernaung keluarga kecilku. Rumah yang berjejeran terbaris rapi, kenyakan sebelah kiri terlapis dinding kayu begitu juga yang di sebelah kanannya yang terbagi dalam beberapa gang.
Karena kami tidak bersanak laki-laki maka kami tidur dalam satu bilik, selain bilik orangtua kami. Di tempat tidur kami kerap kali bercerita keseharian kami masing-masing sebelum kami terlelap tidur yang very funny, tak jarang kami bercerita yang tak lucu, hingga jerit tawa kami terdengar oleh ayah ibu dan ditegur untuk tidak ribut.
Pagi-pagi kami sudah bangun, karena memang ditambah lagi cuaca yang dingin membuat kami terjaga untuk bangun pagi.
Keharmonian seuah keluarga membawa pengaruh juga pada jiwaku dan adik-adikku. Perasaan dan keinginan membuatku ingin cepat menyelsaikan sekolahku lebih cepat. Memang waktu kalau rindu terasa cepat berlalu, kalau lagi suntuk malah terasa lama berlalu. Kin sudah satu minggu aku berada di desa dan harus kembali ke kota tempatku menuntut ilmu. Reesseee!!!
Hari kembali ke kota sudah tiba, seperti biasanyas sebelum aku bepergian, aku mencium tangan ayah dan ibuku untuk permohonan restu atas tujuanku.
“qhysah, kalau sudah sampai, telpon ya nak…” ujar ibuku
“ya ibu akung”, jawabku sambil sedikit senda.
Aku pun naik ke atas bus…
Di tengah pejalanan, terbayang-bayang wajah orangtua adik-adikku, indah memang bila terus bersama mereka, rasanya tak ingin terpisah lama.
Segenap pikiran kusimpulkan sebuah puisi untuk hatiku untuk mengurangi rindu pada keluargaku di tengah perjalananku..
“dari selatan kau hembuskan nafas cintamu ibu, ayah, adik-adikku
Suara kalian datang tak berwujud dalam mimpiku kepadaku
Kau taburkan benih-benih cinta, kerinduan dan kasih akung
Dikala bunga rindu sedang bermekaran bayang kalian di hatiku
Hembusanmu lembut,
Seketika membuat aku terbayang
Tertidur dalam angan-angan yang membahana
Terbuai tertidur dalam sejuta mimpi kebahagiaan abadi bersama bayangmu.”
Ujian pun telah usai, akupun dinyatakan l.U.L.U.S.
Senangnyaaa,
Salah satu jalan menujuh tujuanku sudah terlewat, tinggal selangkah lagi.
Sebelum pendaftaran perguruan inggi dibuka, aku memutuskan untuk bekerja di sebuah toko cosmetik. Gaji tidak seberapa sih, tapi ketimbang nganggur, mending manfaatin waktu yang ada, lumayan buat tambah bayar kost-kostan.
Sebut saja namanya wahyu…
Kenal dengan seorang cewek sebut saja namanya egha…
Kami bertiga bekerja di satu tempat di suatu toko kosmetik di kota…
Aku menyukai wahyu sejak awal kami bekerja, ternyata di lain hati pula, wahyu menyukai egha…!!!
Lama kelamaan wahyu akhirnya jadian sama egha… Dan itu yang membuatku sedikit kecewa…
Suatu hari… Tanpa diketahui egha wahyu mengajaku jalan-jalan… Dan itu membuatku, eumzz, of course sangatlah senang.. Meski orang yang dia akungi telah jadian sama temenku…!!
Curi-curi waktu, heheheh kayak lagunya shakila.
Entah sadar atau pun enggak, wahyu juga memberi harapan untukku tapi dia juga tidak mau meninggalkan egha… Tapi aku tak akan egois, aku hanya menjalankan sebagaimana halnya pertemanan, aku tak ingin lebih dari itu, toh banyak lagi cowok diluar yang masih dekat denganku.
Ternyata egha tahu, kalau aku dan wahyu keluar barengan..
Egha tentunya kecewa dengan aku dan wahyu..
Tapi entah apa yang membuat egha tak mau mengusik akan hal itu, cinta barangkali, aku tak tahu..
Dalam beberapa bulan semulanya telah kembali seperti awal kami berteman, tak ada yang mengusik siapa-siapa, kami saling percaya. Hingga semua menjadih lebih.
Suatu malam aku kenal dengan seorang cowok, sebut saja namanya nandra, aku belum mengenalnya karena aku masih mengenalnya hanya sebatas suara lewat telpon.
Tak henti-hentinya hendphone ku berdering, biasa panggilan masuk.
“angkat to dik..” ujar egha,
“yaa, ntar dulu selsain kerjaan dulu” jawabku
“angkat sana behhh, aku yang lanjutin itu” katanya
Sooo, aku angkat tuh telpon,
Eee, ngajaak ketemuan,
Pertama sih cuek-cuek aja, tapi akhirnya ketemuan and lama-lama cinte dah sama tuh anak orang.
2010…
Jadian,
Nandra: “tadi lagi peraga apa?”.
Qhysah: “kaki aku toh, aku lurusin ke depan biar gak pegel.
Wahyu: “heemzzz…”
Qhysah: “apa-apaan sih?”
Nandra: “ih enggak kok, baru kenal masa udah suka?”
Egha: “namanya aja jatuh cinta… Bisa jadi”
Nandra: “jadi malu deh”
Wahyu: “biasa aja bang”
Egha: “ya, biasa aja ya yank, kita juga dulu gitu”
Qhysah: “jangan ngobrol-ngobrol terus dong, tuh minum tuh teh, ntar keburu dingin”,
Nandra: “yaaa, yaaa” (agak sedikit malu) “makasih ya”,
Qhysah: “sama-sama”
Sementara waktu sudah agak kemalaman, aku diantar nandra pulang ke kost ku. Aku satu kamar sama temanku, dia juga kerja tapi kami lain tempat kerja. Awal pacaran indah banget, gak pengen kepisah, hari-hari yang aku lewati begitu indah. Jarang hari yang tak kulewati dengan indah.
Hari pembukan perguruan tinggi pun sudah mulai terbuka. Ternyata nandra pacarku dia seorang mahasiswa juga, tapi aku gak tahu deh, kalau dia seorang mahasiswa, itu pun aku tahu saat temannya menegurnya saat kami di jalan. “abang kenapa tidak ke kampus?” tanya temannya
“gak ada, lagi males ajalah” jawabnya
“ow, ya udah abang, aku jalan dulu”
“oke”, jawabnya lagi
Pendaftran ku masuk ke perguruan tinggi semua nandra yang urus, aku tinggal masuk aja, senangnya bukan main, selangkah lagi, untuk mu ayah ibu terakung dan adik-adik tercintaku.
“nandra…”
“ya”, jawab nandra
“makasih banyak ya”,
“ya akung… Rajin belajar, supaya nympe tuh cita-citanya”
“ya yank”,
“kamu sayang gak sama aku”, tanyaku
“sayang bangeet”,
Semuanya berjalan baik begitu indah
2011
Berawal dari temanku.. Semuanya hancur dalam hitungan detik
“mbak, gak curiga kalau pacarnya punya cewek lain lagi?” tanya liza pacarnya teman kost ku.
“tidak” jawab ku, “kenapa musti curiga”, dalam hatiku, mungkin juga iya, siapa yang tahu
“gimana kalau akua coba kerjain dia, kasih nomor telponnya dia ke aku mbak”.
“tanpa pikir panjang, kuberikan nomor telponnya nandra”.
Satu hari berlalu, tak ada sms atau telpon dari nadra, ku telpon, gak diangkat, sms gak dibalas, aku heran, entah apa yang sedang terjadi
Handphone ku berbunyi, pesan masuk, dari nandra,
“jangan ganggu aku, berapa kamu bayar orang untuk ngasih tahu aku tentang pacar barumu”
“aaaakh”, terperanjat terbaring,
Ku balas smsnya, “kenapa kamu nan, kok smsmu kayak gitu, emang apa yang sudah ku perbuat”
Satu sms dikirimnya, ternyata smsnya liza, itu sms temanmu kukirim
“jangan ganggu aku”.
Aku hanya diam, tak ada yang bisa ku ungkapkan, menangis, menangis, hanya itu yang bisa kulakukan saat ini.
Waktu terus berjalan dengan keadaan yang tak kuinginkan, dan tanpa kusadari, itu hanya hal yang dibuat nandra sebagai alasan untuk meninggalkan ku, karena ada cinta yang lain, tapi aku berusaha untuk mengerti.
Sudah berapa bulan berjalan, aku selalu merindukan nandra dalam hari-hariku, dan terus berharap bisa kembali lagi dengan bayangan-bayangan yang indah. Cita-cita dan tujuanku untuk orangtuaku mulai tak sepadan dengan peraaanku, semua hancur seiring hancurnya cinta yang kudambakan.
2012
Aku sudah sedikit melupakan yang terjadi atas diriku, dan bisa kembali tersenyum ria bersama orang lain, aku kuliah seperti biasanya lagi, tanpa ada yang harus kupikirkan yang akan menjadi beban kembali di otakku.
Jalan tuhan memang tak pernah kuketahui
Kami dipertemukan lagi, aku memutuskan pacarku
Kami kembali lagi seperti dulu, tapi kusadari, mungkin bukan lagi dalam keadaan yang sama.
Nandra menyayangiku, begitupun aku, sangat menyayanginya, banyak perubahan hidupku yang telah dia berikan, caraku bergaul, selayaknya orang dewasa, semua bisa kulakukan karenanya,
Entah apa lagi setelah ini yang akan berlaku atas hidupku… Ternyata ujian tuhan tak pernah berhenti atas ku…
Qhysah sekiranya namamu kah yang tertulis sebagai jodohku? Belum tentu, engkaukah yang akan menemaniku di titian jalan menuju syurga?
“apakah kelebihan dia yang menghias wajahku, tolong jawab!!” dan bisa dipastikan kamu takkan pernah dapat memberi jawaban “apakah kamu tercipta untuk ku” mungkin kau tak bisa, tetapi mungkin dari mulutnya akan terjawab dari setiap pertanyaan ini,
“kau tahu qhysah, hati ku gelisah memikirkan kamu, takut kehilangan kamu, terbayang betapa beratnya ketika kau tiada, menjalani hari hari tanpa sms darimu, melewati waktu tanpa mendengar suaramu, tak ada lagi gelak tawa canda dan nasehat yang kerap hadir di perbincangan kita di malam nan syahdu, tak ada lagi yang akan menanyakan apakah aku sehat hari ini, sudah makankah aku
Namun ketakutan ini terkalahkan ketakutan ku kepadanya, aku takut dia meninggalkanku karena aku menikmati dan mencintai dia, takut kehilangannya karena jantungku yang berdegup kencang telah aku isi dengan bayangannya yang bagai hantu mengikuti aku kemanapun aku pergi ada dia di hatiku.
Jadi maafkan aku jika ketakutan ku padanya melebihi kegelisahan aku memikirkan kamu, biarkan aku sendiri dulu, izinkan aku bersama dia
Hancur sudah semuanya,
Hidupku mati tanpa cintanya, menangis sudah terbiasa,
Bunuh diri pun kerapkali aku lakukan, berkali-kali ini terjadi padaku, tuhaaan (teriak dalam isak tangisku).
Dalam keadaan apapun, tentangnya tetap ada, sudah ada tempat yang indah untuk nandra di hatiku, meskipun dia tak mencintaiku, dan lebih memilih orang lain yang akan menemani hidupnya,
Pertanyaan demi pertanyaan sering menjentik hati dan perasaanku, namun beribu pertanyaan ada di pikiran ku ini tapi tak satu pun kudapati jawabannya, baik diriku, ataupun orang lain tak dapat memberi jawaban yang tepat, selalu mereka memberiku jawaban untuk melupakan, buseeet, rasanya aku berfikir, apakah mereka merasakan yang kurasakan, jika mereka merasakan, kenapa harus berkata seperti ini, mungkin jika mereka merasakan di posisi sepertiku, mungkin mereka akan seperti aku juga, tapi bisa jadi sebaliknya entah, aku tak tahu.
Berulang-ulang kali pertanyaan ini timbul dalam otakku
Terlihat mataku dengan seliratan tanda tanya dan tak sanggup mengeluarkan airmata lagi
Seribu kata yang mau ku ucapkan, tapi tak mampu lidah ini tuk melapalknnya, karena terlalu banyak.
Terlalu berat tuk menyampaikan semua, karena terlalu banyak yang kita lewati, tak sanggup untuk ku kenang, tak sanggup pula untuk mengingat bahkan lebih tak sanggupnya lagi blia harus melupakan semua…
Tentang kita..
Pertanyaan tak ada jawabannya
Ingin kuakhiri tapi tak kuasa, satu yang kuinginkan
Kita tetap bersama
Semua yang telah terjadi, dan aku juga mau di antara kita tidak boleh ada yang terluka
Aku…
Yah… Biar aku saja yang merasakannya
Biar aku saja yang terluka, tak mungkin jika harus kupaksakan hatimu, meskipun kau tak memutuskan ikatan antara cinta kita, kusadari…
Kalau kita tetap teruskan… Tak akan mungkin karena tak seiring sejalan
Kau dengan ke egoanmu, sedang aku dengan keangkuhanku pada keputusanmu
Kalau kita teruskan.. Jalan masih ada, tapi jika kubertanya pada hatiku
Apa kita masih saling mencinta jika sudah ada orang lain dalam hubungan ini
Apa kita masih sama-sama bisa merasakan…
Rasa…?
Ya rasa yang dulu pernah ada, kalaupun masih ada
Apakah masih terasa seperti yang dulu kita rasakan waktu pertama
Bertanya lagi…
Dan apakah jawaban yang kita dapatkan akan sama?
Aku menyadari semua yang teradi padaku saat ini,
Kau bukan untukku, namun biarkan aku mengenang masa yang pernah kita lewati saat masih bersama, untuk mengurangi lara duka cinta yang kau tinggalkan untukku, selamanya aku akan mencintamu dari kejauhan, dan ku akan selalu ada untukmu jika kau butuhkan aku, ku kan tetap ada,
Jika kau pergi, kuikhlaskan
Jika kau memintaku untuk melupakanmu, ya, akan kucoba
Tapi jangan minta aku untuk mencari yang menggantikanmu dalam sekejap, aku tak mampu…
Kumerenungi sesaat nasib cintaku, sesaat setelah kau pergi tinggalkan aku,
Kumencoba menikmati indahnya hari ini..
Sekaligus menghalau debaran yang memukul di dada selepas 15 desember
2012
Tak ada kedamaian hatiku, hanya ada pertanyaan-pertanyaan untukku,
Bahagiakah hidupku ini?
Tak ada kebahagiaan untukku mulai hari ini
Karena semua karena cintamu yang telah pergi
Kuserahkan hidup dan segenap jiwaku untuknya
Dari semua kegalauan dan pikiran yang dirasuk kebimbangan
Namun inilah yang aku dapatkan
Hanya sebuah memori panjang karena selalu ada ingatan mimpi kan bersamamu
Biarlah damai ini milik kita, meskipun cinta yang telah bertepi ke lain hati
Walaupun kedamaian itu tidak kita lalui bersama, walaupun kebahagian itu tak kita lalui bersama
Karena cinta yang telah bertepi
Cinta.. Dan akan tetap cinta
Cinta dan akan cinta meskipun kau bukan milikku lagi
Cinta dan akan selalu cinta meskipun telah terpisah, terpisah untuk selamanya
Cinta dan akan tetap cinta sekarang esok, nanti selamanya, meskipun hanya sebatas mimpi saja
Hingga aku tak mampu mengingatmu lagi, hingga terhenti semua lamunan tentangmu,
Hingga sampai akhirnya aku tertanam di bawah tumpukan tanah,
Cintaku kan tetap abadi selamanya untukmu.

No comments:

Post a Comment